Menteri Pendidikan Iran, Alireza Kazemi, mengumumkan pada hari Selasa bahwa 170 siswa dan guru telah gugur dalam serangan AS-Israel, yang merusak hampir 20 sekolah dan pusat pendidikan di seluruh negeri.
Pengumuman itu disampaikan saat inspeksi fasilitas pendidikan yang rusak di Teheran. “Kejahatan seperti itu jarang terjadi dalam sejarah umat manusia,” kata Kazemi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang berduka sambil mengecam “keheningan yang memalukan” dari organisasi internasional. Kazemi menekankan bahwa terlepas dari skala kehancuran, bangsa Iran tetap “bangga dan teguh.”
Ia menegaskan bahwa negara akan membela diri dengan “segenap kekuatannya” terhadap tindakan kriminal rezim Zionis yang menduduki wilayah tersebut dan Amerika Serikat. Insiden paling dahsyat terjadi pada pagi hari Sabtu, 28 Februari di sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan. Pihak berwenang Iran telah menetapkan jumlah korban tewas dalam serangan Minab sebanyak 168 orang, yang sebagian besar adalah anak perempuan berusia antara 7 dan 12 tahun.
Setidaknya 95 orang lainnya terluka. Investigasi oleh Al Jazeera atas insiden tersebut menunjukkan bahwa penargetan tersebut kemungkinan besar “disengaja.” Para pembela hak asasi manusia menunjukkan bahwa tragedi di Minab bukanlah peristiwa terisolasi, melainkan bagian dari pola serangan yang terdokumentasi terhadap infrastruktur sipil oleh pasukan AS dan Israel selama beberapa dekade. Di Mesir pada tahun 1970, jet Phantom Israel membom sebuah sekolah dasar, menewaskan 46 anak.
Meskipun Israel awalnya mengklaim sekolah itu adalah pangkalan militer, seorang pilot yang ditangkap kemudian mengakui bahwa militer mengetahui itu adalah fasilitas pendidikan sipil. Di ibu kota Irak, Baghdad, pada tahun 1991, dua bom “pintar” AS menghantam tempat perlindungan sipil, menewaskan lebih dari 400 wanita, anak-anak, dan orang tua. Genosida Gaza juga telah menyaksikan banyak contoh serangan semacam itu terhadap rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur publik lainnya, yang coba dibenarkan oleh rezim Israel dengan mengklaim kehadiran pejuang Hamas.
Sumber: https://www.presstv.ir/Detail/2026/03/03/764930/170-students-teachers-martyred-in-deliberate-strikes-on-Iranian-schools-Minister
