Selasa, Februari 27

Serangan Iran tidak menargetkan warga negara Pakistan, tetapi teroris Iran: Menlu Amir-Abdollahian

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan serangan rudal yang dilakukan negara tersebut pada hari Selasa di wilayah Pakistan yang berdekatan dengan perbatasan Iran ditujukan kepada kelompok teroris Jaish al-Adl dan tidak ada warga negara Pakistan yang menjadi sasarannya.

Berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada hari Rabu, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan anggota kelompok teroris tersebut adalah warga Iran yang berlindung di Pakistan dan bahwa Teheran telah berulang kali memperingatkan Islamabad untuk mencegah operasi lintas batas anti-Iran mereka.

“Tidak ada warga negara Pakistan yang bersahabat dan bersaudara yang menjadi sasaran rudal dan drone Iran,” katanya.

“Kelompok yang disebut Jaish al-Adl, yang merupakan kelompok teroris Iran, menjadi sasaran,” katanya, seraya menambahkan bahwa ini adalah respons terhadap serangan baru-baru ini terhadap Iran oleh kelompok tersebut, yang menurutnya terkait dengan Israel.

Jaish al-Adl, yang dibentuk pada tahun 2012, telah melakukan beberapa serangan di wilayah Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas serangan pada bulan Desember di sebuah kantor polisi di tenggara kota Rask yang menewaskan sedikitnya 11 petugas polisi Iran. Pada tanggal 10 Januari, serangan lain yang dilakukan kelompok tersebut terhadap kantor polisi di kota tersebut menewaskan seorang polisi.

Pada hari Selasa, Iran melancarkan serangan drone dan rudal secara bersamaan ke dua pangkalan Jaish al-Adl.

Serangan itu terjadi setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap markas mata-mata dan sasaran teroris di Suriah, dan di wilayah otonomi Kurdistan Irak.

‘Serangan dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan regional’

Menteri juga menyinggung serangan Iran ke wilayah Kurdistan Irak, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas serangan anti-Iran baru-baru ini yang dilakukan oleh Mossad Israel.

Menteri Iran mengatakan Teheran telah berbagi informasi intelijen dengan Irak tentang kegiatan Mossad di Kurdistan Irak, dan menambahkan bahwa Israel adalah musuh Irak dan Iran.

Dia mengutip pakta keamanan tahun 2023 antara Iran dan Irak, yang mengatakan perjanjian itu mewajibkan para pejabat Irak untuk tidak membiarkan keamanan Iran terancam di wilayah mereka.

Diplomat utama Iran mengatakan Iran menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Pakistan dan Irak namun akan bereaksi keras terhadap setiap serangan terhadap keamanan nasionalnya.

“Kami menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Pakistan dan Irak, namun kami tidak membiarkan keamanan nasional kami dikompromikan, dan kami tidak menyesal [berurusan dengan] kelompok teroris di Pakistan dan gerakan Israel di wilayah Kurdistan di Irak.”

Dia mengatakan serangan itu ditujukan untuk melindungi keamanan Iran, negara tetangganya, dan juga kawasan yang lebih luas.

“Apa yang kami lakukan bertujuan untuk meningkatkan keamanan Iran, Pakistan, Irak, dan kawasan. Kami menganggap keamanan Irak dan Pakistan sama seperti keamanan Republik Islam Iran,” katanya.

‘Berakhirnya perang Gaza akan menenangkan kawasan’

Dalam sambutannya, Amir Abdollahian mengatakan satu-satunya solusi untuk mencegah eskalasi di Laut Merah dan wilayah lain di kawasan ini adalah dengan mengakhiri genosida AS-Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Dia mengatakan Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa kelanjutan genosida terhadap warga Palestina akan menyebabkan perang Gaza menyebar ke wilayah lain di wilayah tersebut.

Dia juga mendesak Washington untuk menghentikan dukungannya yang teguh terhadap Israel, dan mendorong diakhirinya serangan gencar tersebut.

Dia mengatakan dukungan Washington terhadap Israel adalah kesalahan pertama mereka sehubungan dengan situasi yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, dan kesalahan kedua adalah melancarkan serangan langsung terhadap kapal-kapal Yaman.

Amir-Abdollahian menekankan pentingnya keamanan maritim di Laut Merah, dan mengatakan Iran melakukan sebagian besar perdagangannya melalui laut dan mendapat manfaat dari keamanan di perairan internasional.

Dia mengatakan Yaman juga percaya bahwa perairan internasional harus aman, dan bahwa serangannya hanya bertujuan untuk menghentikan genosida Israel di Gaza.

Amir-abdollahian memperingatkan bahwa “semua orang akan dirugikan” jika kejahatan Israel di Gaza tidak segera dihentikan.

“Berakhirnya genosida di Gaza akan mengakhiri serangan dan krisis di wilayah tersebut.”

[presstv]